Kondisi pandemi berdampak luas pada sektor perekonomian. Galeri Alambana yang merupakan toko bersama 26 pelaku UMKM di Kota Yogyakarta turut terdampak pandemi dengan penurunan omzet hingga 80% dan belum pulih hingga awal tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan strategi pengembangan Galeri Alambana pascapandemi. Analisis faktor internal dan eksternal dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini. Analisis matriks internal eksternal dan SWOT dilakukan untuk mendapatkan alternatif strategi yang dapat diimplementasikan. Satu strategi diprioritaskan dengan analisis QSPM agar dapat segera diimplementasikan. Data primer didapatkan dari wawancara, FGD, dan kuesioner yang dilakukan kepada pengelola Galeri Alambana serta praktisi bisnis ritel pakaian dan aksesoris. Strategi yang dapat diprioritaskan untuk diimplementasikan oleh Galeri Alambana adalah dengan melakukan penetrasi pasar baru secara daring. Hal ini didasarkan pada perolehan skor 4,428 pada analisis QSPM dibandingkan dengan strategi ekspansi melalui toko fisik di tempat lain dengan skor 3,577. Galeri Alambana perlu mempersiapkan tim, SOP karyawan, dan penawaran khusus untuk mengimplementasikan strategi ini agar dapat berhasil meningkatkan omzetnya.
Copyrights © 2023