ABSTRACT The results of the 2018 Basic Health Research stated that the prevalence of hypertension in Indonesia had increased from the previous 25.8% in 2013 to 34.11% in 2018 this means that hypertension sufferers still have poor control levels which are manifested by as much as 32.3% Patients with hypertension do not routinely take medication and another 13.3% do not take medication. To effectively improve adherence, several factors such as perceptions of health beliefs and health literacy can be modified to improve medication adherence behavior in people with hypertension. This study aims to determine the relationship between health belief and health literacy with medication adherence in patients with hypertension in the Work Area of the Public Health Center, Ciracas District, East Jakarta. The research method used is descriptive analytic with cross sectional design. The data collection technique used was purposive sampling with a total sample of 108 respondents. The results showed that there was a relationship between health literacy and medication adherence (p value = 0.028) and there was a relationship between health belief and medication adherence (p value = 0.035). Health service providers are expected to improve health education interventions with hypertension sufferers, especially in hypertension patients with poor health belief and inadequate health literacy in order to increase better perceptions of medication adherence behavior. Keywords: Hypertension, Health Belief, Health Literacy, Medication Adherence ABSTRAK Hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menyatakan prevalensi hipertensi di Indonesia mengalami peningkatan dari yang sebelumnya 25,8% pada tahun 2013 menjadi sebesar 34,11% di tahun 2018 hal ini bermakna penderita hipertensi masih memiliki tingkat kontrol buruk yang dimanifestasikan dengan sebanyak 32,3% penderita hipertensi tidak rutin minum obat dan 13,3% lainnya tidak minum obat. Untuk meningkatkan kepatuhan secara efektif beberapa faktor seperti persepsi keyakinan kesehatan (health belief) dan literasi kesehatan (health literacy) dapat dimodifikasi guna meningkatkan perilaku kepatuhan pengobatan pada penyandang hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan health belief dan health literacy dengan kepatuhan pengobatan pada penderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmaas Kecamatan Ciracas Jakarta Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah purposive sampling dengan total sampel 108 responden. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan anatar health literacy dengan kepatuhan pengobatan (p value = 0,028) dan terdapat hubungan antara health belief dengan kepatuhan pengobata (p value = 0,035). Penyedia layanan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan intervensi pendidikan kesehatan dengan penderita hipertensi, khususnya pada penderita hipertensi dengan health belief kurang baik dan health literacy kurang memadai guna meningkatkan persepsi yang lebih baik pada perilaku kepatuhan pengobatan. Kata kunci: Hipertensi, Health Belief, Health Literacy, Kepatuhan Pengobatan
Copyrights © 2023