Salah satu permasalahan terpenting di industri otomotif adalah mengenai ketangguhan material. Ketangguhan merupakan kemampuan material dalam menyerap energi sampai patah / gagal, biasanya diukur dengan menggunakan motode uji impak dengan standar ASTM E 23. Pengujian impak pada baja karbon rendah ST 37 sangat penting dilakukan karena baja karbon ST 37 merupakan salah satu material yang banyak digunakan di industri otomotif seperti: roda gigi, poros, dll. Metode yang dilakukan yaitu dengan memvariasikan temperatur material yaitu: temperatur ruang (24,7 °C), -40 °C, -20 °C, 40 °C, dan 80 °C. peralatan yang digunakan yaitu mesin uji impak Wolpert dengan kapasitas 300 J. berdasarkan hasil pengujian, diperoleh bahwa material baja karbon ST 37 mengalami patah ulet pada temperatur kamar (24,7 °C) dan diatasnya (40 °C dan (80 °C) serta mengalami patah getas pada temperatur ekstrim (-20 °C dan -40 °C). Material baja karbon termasuk material BCC yang mengalami transisi dari patah ulet ke getas pada pada temperatur kamar (24,7 °C) ke temperatur ekstrim -20 °C. Material getas hanya membutuhkan energi yang kecil untuk berdeformasi plastis sehingga membentuk patahan sudut 90° tanpa adanya elongasi. Sedangkan material ulet membutuhkan energi yang banyak untuk berdeformasi plastis sehingga membentuk patahan sudut 45° dengan adanya elongasi. Karena pada hakikatnya, energi kinetik beban impak akan berubah menjadi energi untuk mendeformasi plastis material.
Copyrights © 2022