Tulisan ini membahas kritik wacana tafsir tentang applied science (ilmu terapan). Berangkat dari banyaknya ayat yang membicarakan term ilmu, sehingga dapat dikatakan bahwa Alquran memberikan perhatian besar terhadap ilmu pengetahuan. Atas dasar tersebut yang kemudian menjadikan ilmu-ilmu terapan dalam konsep Alquran penting untuk dikaji. Terlebih fungsi Alquran tidak hanya sebatas bacaan, namun juga teman berdialog dalam membentuk pola pikir setiap pembacanya. Sama halnya dengan ilmu pengetahuan merupakan produk aktifitas berfikir manusia dalam meningkatkan kualitas kehidupannya. Pada kenyataannya, meski tafsir ilmi menimbulkan pro dan kontra di kalangan ulama klasik hingga kontemporer, tidak menghalangi pertumbuhannya. Hal ini dapat dibuktikan lahirnya ulama ulama terkemuka seperti al-Ghazali yang diyakini sebagai perintis dan al-Razi yang dianggap sebagai orang pertama yang menerapkan corak ilmiah dalam memahami teks Alquran. Tidak hanya itu, produk-produk hasil interpretasi ilmiah terhadap Alquran juga semakin meningkat, mulai dari Mafatih al-Ghaib hingga Tafsir Salman yang diterbitkan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Lebih lanjut, dari serangkaian pembacaan dapat ditemukan jejak applied science dalam Alquran, mulai dari isyarat ilmiahnya tentang kesehatan, teknologi, pertanian dan tentu saja masih banyak lagi ragam isyarat ilmu pengetahuan lainnya yang membutuhkan interpretasi dari ulama atau cendikiawan yang memiliki kapasitas untuk melakukan itu.
Copyrights © 2023