Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kata tanyayang memiliki perbedaan dari sisi bentuk dan cara pengucapannya tetapi dengan tujuan sama dalam bahasa Indonesia. Kata tanya dalam konstruksi interogatif masih memiliki bentuk yang sangat beragam. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mendeskripsikan kata tanya dalam konstruksi interogatif dialek bahasa Nias Utara di Siwalubanua dan (2) untuk mendeskripsikan kata tanya tanya dalam konstruksi interogatif dialek bahasa Nias Selatan di Hilisatarö Nandisa. Jenis Penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.Sumber data adalah masyarakat desa Siwalubanua dan masyarakat desa Hilisatarö Nandisa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata tanya yang digunakan dalam bahasa Nias Utara, hampir semuanya digunakan oleh masyarakat desa Siwalubanua dalam berkomunikasi dengan sesamanya. Perbedaannya terletak pada kata tanya, yang digunakan misalnya kata tanya khususnya masyarakat di desa Siwalubanua mengucapkan kata tanya “Heso” sedangkan masyarakat di desa Hilisatarö Nandisa mengucapkan kata tanya ”Haega so”. Kata tanya yang digunakan dalam bahasa Nias Khususnya dialek Nias Selatan, hampir semuanya digunakan oleh masyarakat desa Hilisatarö Nandisa dalam menyampaikan sesuatu hal untuk bertanya, tetapi khususnya kata tanya dialek Utara memiliki ragam atau variasi tetapi dengan tujuan yang sama untuk bertanya kepada sesamanya.Saran yang dapat diajukan peneliti adalah (1) hendaknya masyarakat kepulauan Nias dapat memahami arti kata tanya baik dialek bahasa Nias Utara maupun dialek bahasa Nias Selatan sehingga tidak terkendala dalam berkomunikasi untuk semua orang Nias dan (2) hendaknya peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian ini dengan cakupan yang lebih luas berkaitan dengan dialek bahasa daerah yang digunakan oleh masyarakat dalam kehidupannya sehari-hari referensi untuk melakukan penelitian yang relevan.
Copyrights © 2023