Jurnal Eksakta Kebumian
Vol. 2 No. 4 (2021): JURNAL EKSAKTA KEBUMIAN (JEK)

ANALISIS LINGKUNGAN PENGENDAPAN PADA UMUR MIOSEN AKHIR DAERAH LHOKSEUMAWE CEKUNGAN SUMATERA UTARA

Bellinda Calista Grace (FTKE, Universitas Trisakti)
Agus Guntoro (FTKE, Universitas Trisakti)
Hanaga Simabrata (FTKE, Universitas Trisakti)



Article Info

Publish Date
01 May 2023

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk menentukan fasies dan lingkungan pengendapan pada umur Miosen Akhir daerah Lhokseumawe Cekungan Sumatera Utara. Secara Admististratif berada pada kabupaten Lhoseumawe dan Sekitarnya, Provinsi Aceh. Studi Analisis mengenai lingkungan pengendapan berdasarkan metode sikuen stratigrafi. Data yang digunakana pada penelitian ini adalah data sumur dan data lapangan. Sikuen Stratigrafi merupakan suatu prediksi dari model stratigrafi. Lingkungan Pengendapan ditentukan dengan menggunakan analisis elektrofasies berdasarkan klasifikasi Kendal (2003). Pemodelan Lingkungan Pengendapan dilakukan dengan mengkorelasikan setiap sumur, kemudian membuat peta net isopach dan peta sand shale ratio, dan mengintegrasikan data sumur, data lapangan, peta net isopach, peta sand shale ratio sehingga didapatkan pemodelan dalam bentuk peta paleogeografi. Terdapat sepuluh fasies pada daerah penelitian terdiri dari. Daerah penelitian berada pada sistem delta dan pada sistem laut dangkal.Kata Kunci : Lingkungan Pengendapan, Cekungan Sumatera Utara, Fasies AbstractThis research was conducted to determine the facies and depositional environtment at the Late Miocene in the Lhokseumawe area in North Sumatera Basin. This location administratively located in Lhokseumawe regency and surrounding, Aceh Province. Study Analysis of the depositional environtment based on stratigraphic sequence method. data used in this analysis are field data and well data. The stratigraphic sequence is a prediction of the stratigraphic model. The depositional environment was determined using electrofacies analysis based on the Kendal Classification (200. Environtmental modeling sedimentation is done by correlating each well, then making a net isopach map, sand shale ratio map, and integrating well data, field data, net isopach map, sand shale ratio map so , that modeling is obtained in the form of paleogeographic maps. There are ten facies in this study area.This research area is in the deltaic system and shallow marine system.Keywords: Depositional Environment, North Sumatera Basin, Facies

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

jek

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences Energy Materials Science & Nanotechnology

Description

Merupakan wadah untuk mempublikasikan karya tulis Teknik Perminyakan, Teknik Geologi dan Teknik Pertambangan. Karya tulis ilmiah yang dipublikasikan diharapkan dapat menjadi referensi perkembangan teknologi ...