Penelitian ini bertujuan melakukan komparasi portofolio saham berbasis CAPM dan APT. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif melalui pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan adalah saham BUMN yang konsisten termasuk dalam indeks saham IDX BUMN20 periode pengamatan tahun 2018 - 2021. Hasil penelitian ini adalah nilai beta mempengaruhi expected return. Berdasarkan CAPM, expected return tertinggi ditunjukkan oleh saham ANTM ditunjukkan oleh saham BBTN yang memiliki nilai beta terendah. Berdasarkan APT, saham ANTM memiliki nilai beta faktor serta expected return tertinggi sedangkan, nilai beta faktor dan expected return terendah ditunjukkan oleh saham BBRI. Pembentukan portofolio dapat memperkecil risiko dan mengoptimalkan return investasi. Portofolio kombinasi lima sekuritas terbaik berdasarkan CAPM menghasilkan return sebesar 148% dengan risiko sebesar 6,09 yang mana risiko tersebut lebih kecil dari pada risiko investasi pada saham individual. Sedangkan portofolio yang terdiri dari kombinasi lima sekuritas terbaik berdasarkan model APT menghasilkan return portofolio sebesar 29% dengan risiko yang menyertainya sebesar 0,03, risiko tersebut juga lebih kecil dibandingkan risiko pada saham individual. Investor sebaiknya memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan saham, dalam hal ini adalah pergerakan pasar modal dan faktor makroekonomi. Pemodal risk averter disarankan mengimplementasikan model CAPM dan pemodal risk indifference sebaiknya menggunakan model APT dalam memprediksi saham
Copyrights © 2023