Diabetes Melitus (DM) menjadi masalah kesehatan global karena prevalensinya terus meningkat sehingga membutuhkan upaya pencegahan. DM merupakan kelompok penyakit metabolik ditandai dengan hiperglikemia sebagai akibat dari defek sekresi insulin, kerja insulin atau kedua. Prevalensi diabetes mellitus saat ini meningkat tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesehatan mental pada pasien diabetes melitus di Puskesmas Langsa Baro. Desain penelitian analytic yang bersifat cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 170 pasien yang terdiagnosa Diabetes Melitus dengan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Sosio demografi, insomnia Screening Questionnaire (ISQ) dan Depression, Anxiety, and Stress Scale 42 (DASS 42). Analisis Data menggunakan Kendall tau C. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa hubungan antara sosio demografi seperti; Usia, tingkat pendidikan, Tipe Diabetes Melitus, dan gangguan tidur insomnia terhadap DASS-42. Saran: Peneliti menyarankan kepada instansi kesehatan agar mengidentifikasi kesehatan mental penderita Diabetes Melitus agar menjadi lebih produktif, baik secara promotif hingga rehabilitative. Meningkatkan kebijakan-kebijakan yang lebih spesifik dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan pasien diabetes mellitus dengan meningkatkan pemberian informasi dan edukasi untuk meminimalkan stres dan meningkatkan kualitas tidur pada pasien diabetes melitus.
Copyrights © 2022