Praktik pemberian makan pada bayi dan anak sangat penting dalam keberlangsungan hidup seorang anak. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Parepare, persentase bayi yang mendapatkan ASI Eksklusif baik yang kurang dari 6 bulan maupun sampai 6 bulan yaitu sebanyak 44,9% yang membuktikan bahwa masih banyak ibu yang tidak memberikan ASI Eksklusif kepada bayinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan pemerintah tentang pemberian ASI Eksklusif dan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program ASI Eksklusif di Puskesmas Kota Parepare. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Teknik pengambilaninforman dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu sebanyak 9 orang terdiri dari 3 kepala puskesmas, 3 tenaga gizi, dan 3 bidan. Analisis data dilakukan secara deskriptif yang disajikan dalam bentuk analisis isi dan disertai penjelasan berupa teks naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pemerintah tentang pemberian ASI Eksklusif belum berjalan dengan baik, karena sarana dan prasarana pendukung program ASI Eksklusif belum memadai. Adapun faktor yang mempengaruhi pelaksanaan program ASI Eksklusif yaitu sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta komunikasi, informasi dan edukasi. Oleh karena itu, diharapkan bahwa sarana dan prasarana terkait program ASI Eksklusif dapat dilengkapi seperti alat untuk ruang laktasi, media KIE serta memiliki ruangan yang nyaman dan bersih untuk menyusui. Kata kunci: ASI Eksklusif, Implementasi, Kebijakan
Copyrights © 2023