Salah satu isu penting yang dibahas di manajemen keuangan adalah leverage keuangan. Leverage keuangan adalah suatu ukuran yang menunjukkan seberapa besar tingkat penggunaan utang yang dilakukan oleh perusahaan dalam mendanai asetnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi leverage keuangan perusahaan adalah likuiditas perusahaan. Paper ini bermaksud mengkaji pengaruh likuiditas terhadap leverage keuangan, dan efek moderasi risiko bisnis pada pengaruh likuiditas terhadap leverage keuangan perusahaan dalam perspektif Trade-off Theory. Menurut Trade-off Theory, peningkatan leverage keuangan perusahaan mempunyai dua implikasi yakni (1) meningkatkan manfaat penghematan pajak dan (2) meningkatkan biaya kebangkrutan. Oleh karena itu, peningkatan leverage keuangan yang dilakukan oleh perusahaan selalu mempertimbangkan dua implikasi tersebut. Dalam perspektif Trade-off Theory, likuiditas berpengaruh positif terhadap leverage kuangan perusahaan. Perusahaan dengan likuiditas tinggi mempunyai kemampuan yang baik dalam membayar utang beserta bunganya, dan memiliki risiko kebangkrutan yang rendah, sehingga menjadi masuk akal bagi perusahaan untuk meningkatkan utangnya untuk mendapatkan manfaat penghematan pajak yang besar. Besar kecilnya pengaruh positif likuiditas terhadap leverage keuangan dipengaruhi oleh risiko bisnis perusahaan. Dalam perspektif Trade-off Theory, risiko bisnis akan memperlemah pengaruh positif likuiditas terhadap leverage keuangan perusahaan. Perusahaan dengan risiko bisnis tinggi memiliki risiko kebangkrutan tinggi, sehingga pengaruh positif likuditas terhadap leverage keuangan akan lebih lemah pada perusahaan dengan risiko bisnis tinggi dibanding perusahaan dengan risiko rendah. Kata Kunci: Likuiditas, Leverage Keuangan, Risiko Bisnis, Trade-off Theory.
Copyrights © 2022