ABSTRAK Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjadi fenomena yang sangat menakutkan bagi negara pengahasil ternak, seperti Indonesia. Kegelisahan masyarakat akan kemungkinan tertular virus PMK, keamanan konsumsi hewan ternak, dan kerugian ekonomi menjadi ancaman yang dapat memengaruhi kualitas hidup masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat dalam pencegahan penyebaran PMK semakin meluas dan memberikan edukasi dalam menangani wabah PMK. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember. Metode yang digunakan adalah pemberian sosialisasi mengenai PMK. Sosialisasi dilakukan pada Jumat, 20 Juli 2022 pukul 19.00-22.00 di Balai Desa Tanjung Rejo. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 peserta yang merupakan perangkat desa, ketua kelompok tani, dan perwakilan peternak dari setiap dusun Desa Tanjung Rejo, yaitu Dusun Grobyog, Dusun Karangsono, Dusun Krajan Kulon, dan Dusun Krajan Wetan. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta menyambut dengan antusias dan kegiatan berjalan dengan sangat lancar. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pemahaman dan pengetahuan para peserta mengenai PMK mengalami peningkatan. Kata Kunci: Sosialisasi, PMK, Peternak ABSTRACT Foot and Mouth Disease (FMD) outbreak is a very frightening phenomenon for livestock-producing countries, such as Indonesia. Public anxiety about the possibility of contracting the FMD virus, the safety of livestock consumption, and economic losses are threats that can affect people's quality of life. The purpose of this activity was to increase public understanding and knowledge in preventing spread of FMD wider and provide education in managing FMD outbreaks. The target of this activity was the community of Tanjung Rejo Village, Wuluhan District, Jember Regency. The method used was socialization regarding PMK. The socialization was held on Friday, 20 July 2022, 19.00-22.00 at the Tanjung Rejo Village Hall. This activity was attended by 20 participants who were village officials, heads of farmer groups, and representatives of breeders from each hamlet of Tanjung Rejo Village, namely Grobyog Hamlet, Karangsono Hamlet, Krajan Kulon Hamlet, and Krajan Wetan Hamlet. The result of this activity was that the participants welcomed it enthusiastically and the activity ran very well. The conclusion of this activity was that the participants' understanding and knowledge about FMD has increased. Keywords: Socialization, FMD, Breeder
Copyrights © 2023