Pasien gagal ginjal kronik pada saat menempuh terapi hemodialisa seringkali terdapat permasalahan yang terkait dengan hemodialisa yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan penurunana kualitas hidup. Pasien gagal ginjal kronik bisa mengalami kecemasan dan perilaku koping yang negative bisa menyebabkan penurunan kualitas hidup seseorang. Maksud dari penelitian ini yakni untuk memahami adakah pengaruh korelasi kemampuan koping dengan derajat rasa cemas pada pasien GGK. Metode pengumpulan data yang digunakan ialah menggunakan lembar kuesioner. Pada riset ini metode yang dimanfaatkan untuk mengambil sampel yakni dengan memanfaatkan teknik Accidental Sampling yang mana sampel sebanyak 32 orang. Media ukur yang digunakan pada riset ini yaitu dengan kuesioner pada skala likert. Dalam penelitian ini ada 2 analisa data yang digunakan diantara Analisa univariat dimana hasilnya diuraikan dalam table distribusi frekuensi serta Analisa bivariat dengan mengumpulkan dua variable dengan pengujian korelasi Spearman. Hasil yang didapatkan dengan memanfaatkan pengujian Spearman yaitu kemampuan koping adaptif berjumlah 18 informan (56,3%) yang terdiri dari tidak cemas sebanyak 2 responden (6,3%), dengan rasa cemas rendah sejumlah 10 informan (31,3%), rasa cemas menengah 6 informan (18,8%). Kemampuan koping maladaptif berjumlah 14 reponden (43,8%) dan rasa cemas rendah sejumlah 2 informan (6,3%), rasa cemas menengah sejumlah 6 informan (18,8%), serta informan dengan rasa cemas tinggi sejumlah 6 informan (18,8%). Pengujian rank spearman menhasilkan p-value 0,000 < 0,05, yang bermakna ada korelasi antara kemampuan koping dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik.
Copyrights © 2023