Selama menjalankan Program Studi Profesi Dokter (PSPD) di Universitas X, mahasiswa menerima berbagai macam stimulus berupa situasi akademik yang dapat menimbulkan stres. Terdapat mahasiswa menilai bahwa situasi akademik yang diterima merupakan suatu bencana atau hambatan dalam mencapai tujuan. Sedangkan beberapa mahasiswa lainnya menilai bahwa situasi akademik yang diterima merupakan kesempatan untuk menjadi dokter yang lebih berkompeten. Penilaian individu terhadap situasi akademik sebagai sebuah tantangan, kemampuannya dalam mengendalikan emosi, serta keterlibatan mahasiswa inilah yang nantinya membentuk karakteristik hardiness dalam diri mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa erat hubungan antara hardiness dengan stres akademik. Metode yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan 71 Mahasiswa Program Studi Profesi Dokter (PSPD) di Universitas X sebagai sampel. Alat ukur yang digunakan adalah Revised Academic Hardiness Scale (RAHS) yang diadaptasi oleh Benishek (2001) dan stres akademik dari Gadzella (1991). Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi antara hardiness dengan stres akademik adalah -0.504 dan koefisien signifikansi sebesar 0.000. Hal ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang cukup kuat, signifikan, dan negatif antara hardiness dengan stres akademik.
Copyrights © 2021