Orang yang melakukan pembunuhan dapat dikatakan telah berperilaku agresi, karena orang tersebut secara sengaja menyakiti orang lain secara fisik, yaitu menghilangkan nyawa korbannya. Di Lapas Sukamiskin sering terjadi pertengkaran narapidana, begitu pula dengan narapidana kasus pembunuhan, baik pertengkaran fisik, maupun pertengkaran secara verbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji seberapa erat hubungan antara tipe kepribadian berdasarkan teori Eysenck dengan perilaku agresi pada narapidana kasus pembunuhan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Sukamiskin Bandung. Metoda yang digunakan korelasional, dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan alat ukur tipe kepribadian dari Eysenck dan alat ukur yang diskontruksi berdasarkan teori Berkowitz. Hasilnya terdapat korelasi yang tinggi antara tipe kepribadian dengan perilaku agresi pada narapidana kasus pembunuhan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 di Sukamiskin Bandung.
Copyrights © 2011