Apresiasi kepada para pelaku industri di Indonesia, didukung oleh Menteri Perindustrian tahun 2022 ditengah lesunya perekonomian gobal selama pandemi justru menunjukkan pertumbuhan positif 12,56% di sektor logam dan mineral. Hal serupa juga dikatakan oleh Menteri Perdagangan “Bapak Agus Supramanto” selama delapan bulan terakhir yakni ekspor non migas menyumbang 94,9% dari seluruh total ekspor di Indonesia sehingga tren industri logam dan mineral melonjak 70%. Penelitian ini menguji pengaruh determinan laba pada Industri logam dan mineral, dengan ini kita melihat tingkat keberhasilan perusahaan secara efektif dan efisien melalui variabel yang diteliti. Determinan laba menggunakan proksi current ratio (CR), BOPO dan TATO, Peneliti menggunakan industri logam dan mineral sebagai obyek penelitian karena adanya fluktuatif nilai laba di akhir periode 2021 yaitu peningkatan ekspor non migas di Indonesia menyebabkan kenaikan laba. Periode penelitian yaitu tahun 2018-2021 dengan menggunakan data sekunder. Adanya perbedaan hasil pengujian empiris oleh peneliti sebelumnya mendorong peneliti untuk membuktikan kembali determinan apa saja yang berpengaruh pada peningkatan ROA. Melalui persamaan uji regresi linear berganda diperoleh hasil pengujian yaitu Current Ratio dan TATO tidak signifikan terhadap laba dan BOPO berdampak terhadap laba. Penelitian ini hanya menguji tiga variabel sehingga disarankan bagi peneliti lain untuk menambahkan variabel FDR, CAR, DAR dan variabel lainnya untuk dapat memberikan hasil yang lebih komprehensif.
Copyrights © 2023