Kualitas susu merupakan aspek penting dalam produksi peternakan sapi perah. Titik awal untuk membuat produk susu berkualitas tinggi dan berbagai turunannya untuk konsumsi manusia yang sehat memerlukan tingkat kualitas susu tertentu yang dapat diterima. Namun, kualitas susu juga mencerminkan perilaku dan pengetahuan peternak sapi perah. Penelitian baseline awal di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat pada Juni 2018 menunjukkan bahwa muatan bakteri susu segar dari tiga belas peternakan Koperasi Susu Marapi Singgalang sebagian besar di atas satu juta unit pembentuk koloni per mililiter. Itu lebih tinggi dari standar susu segar yang dapat diterima berdasarkan Standar Nasional Indonesia. Rencana intervensi pengembangan susu dalam bentuk kemitraan susu dengan pemangku kepentingan utama dirancang untuk meningkatkan kualitas susu peternakan dalam empat bulan. Ini terdiri dari kegiatan peternakan penuh intensif penyegaran dan pendidikan kualitas susu, pelatihan praktis dan bantuan pada kebersihan pribadi, peralatan dan lingkungan juga diikuti dengan pengambilan sampel susu dan air secara acak. Intervensi on-farm menghasilkan peningkatan beban bakteri susu segar menjadi rata-rata di bawah 400 unit pembentuk koloni per mililiter. Pencapaian rata-rata yang sebanding dengan standar susu Selandia Baru untuk tujuan ekspor. Perilaku dan keterampilan peternak terhadap kualitas susu meningkat. Konsistensi pada pengetahuan dan keterampilan praktis sederhana yang dapat dicapai memberdayakan kemampuan dan kapasitas peternak sapi perah yang mendorong peningkatan signifikan muatan bakteri kualitas susu di peternakan.
Copyrights © 2023