Pilihan peran ulama’ bisa dihubungkandengan perspektif tentang relasi agama dan politik. Ada tiga perspektif tentang hubungan antara agama dengan politik, yaitu: menyatukan keduanya (integralistik), memisahkan antara keduanya (sekularistik), dan menjadikan agama sebagai landasanmoral etik untuk politik (substansialistik).Di dalam pola relasi integralistikdan substansialistik, mudahdipahami bahwa agama harus ditransformasikan ke dalam kebijakan-kebijakan politik yang dibuat. Namun, bukan berarti bahwa dalam negara yang menggunakan pola relasi yang sekularistik, agama tidak bisa ditransformasikan. Tulisan akan menguraikan ketiga perspektif relasi agama dan politik. Penggalian data didasarkan pada studi pustaka. Data kemudian dianalisa secara filosofis.Kata Kunci: Ulama, Pesantren, Agama, Politik
Copyrights © 2020