Artikel ini membahas inovasi dan retensi fonem bahasa Wolio. Instrumen penelitian adalah 200 kosa kata dasar Swadesh. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan fonem-fonem bahasa Wolio yang mengalami inovasi dan retensi dari bahasa protonya, Proto Melayu Poynesia. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi komunitas dan lembaga bahasa, sehingga pengembangan kajian bahasa dapat lebih baik. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara dan pengamatan, dan dianalisis secara morfologis untuk menemukan aspek morfologis yang diabaikan dalam analisis inovasi dan retensi fonem. Selanjutnya, dilakukan analisis inovasi dan retensi dari data fonem-fonem bahasa Wolio. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa bahasa Wolio merupakan rumpun bahasa Austronesia atau Melayu Polinesia, yang berkategori bahasa vokalis. Oleh karena itu, bahasa Wolio tidak memperbolehkan kata berakhiran dengan fonem atau bunyi konsonan. Terkait inovasi dan retensi, ditemukan fonem yang mengalami inovasi lebih banyak dibandingkan fonem yang mengalami retensi. Hasil ini mengonfirmasi bahwa bahasa Wolio termasuk rumpun bahasa Austronesia atau melayu polinesia yang telah mengalami banyak perubahan, khususnya pada tataran fonologi dan leksikon. Kata Kunci: inovasi, Proto Melayu Polinesia, dan retensi.
Copyrights © 2023