Jurnal Tomalebbi
Volume 10, Nomor 1 (Maret 2023)

Persepsi Masyarakat Kecamatan Tamalate Terhadap Hubungan Uang Panai dengan Status Sosial Perempuan Bugis Makassar dalam Hal Perkawinan

Andi Aco Agus (Fakultas Ilmu Sosial)
Muh. Sudirman (Fakultas Ilmu Sosial)
Nabila Khairunnisa (Jurusan PPKn FIS-H UNM)



Article Info

Publish Date
23 May 2023

Abstract

Abstract: This study aims to (1) find out how the public understands the relationship between Uang Panai; (2) the social status of Bugis-Makassar women and the community's understanding of the nominal Uang Panai towards the social status of Bugis-Makassar women in Tamalate District, Makassar City. This research is using a type of qualitative research using a communication approach and a social approach and data collection methods are carried out through interviews, as well as documentation. Data analysis was done through data reduction, presentation, comparative analysis, and concluding. The results of this study indicate that: (1) Public understanding of Uang Panai is very important because it is a legal requirement in the marriage tradition within the Makassar Bugis tribe and also as a measure of one's social status. (2) Community attitudes regarding Uang Panai and the Social Status of the Bugis-Makassarese Community. In marriage in the Tamalate Village, Makassar City, a cognitive process occurs that is influenced by experience or culture that has been born for generations based on agreements developed by the social construct of the community. (3) In Kecamatan Tamalate, most of the people still adhere to patriarchal views. (4) Many people in the Tamalate sub-district, Makassar City, are reluctant to mention the nominal amount of Uang Panai and think that it is related to the principle of family consensus deliberation to determine the amount of Uang Panai.Keywords:Public Perceptions,Uang PanaiAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bagaimana pemahaman masyarakat mengenai hubungan uang panai; (2) status sosial perempuan Bugis-Makassar dan pemahaman masyarakat terkait nominal uang panai terhadap status sosial perempuan Bugis-Makassar di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Penelitian ini adalah menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan komunikasi serta pendekatan sosial dan metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, dan juga dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, analisis perbandingan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Pemahaman masyarakat terhadap uang panai sangat penting karana merupakan salah satu syarat sah dalam tradisi pernikahan dalam suku bugis makassar dan juga sebagai tolak ukur status sosial seseorang. (2) Sikap masyarakat mengenai Uang Panai dan Status Sosial Masyarakat Bugis–Makassar Dalam Perkawinan di Kelurahan Tamalate Kota Makassar terjadi suatu proses kognitif yang dipengaruhi oleh pengalaman atau budaya yang telah lahir secara turun temurun berdasarkan kesepakatan yang dimangun oleh konstruk social masyarakat. (3) Di Kecamatan Tamalate, masyarakat masih sebagian besar masih menganut paham patriarki. (4) Jumlah nominal uang panai, masyarakat di kecamatan Tamalate, Kota Makassar, banyak yang enggan menyebut nominal uang panai, dan berpendapat terkait asas musyawarah mufakat keluarga untuk menentukan besaran uang panai.Kata Kunci: Persepsi Masyarakat, Uang Panai

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

tomalebbi

Publisher

Subject

Humanities Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Jurnal Pemikiran, Penelitian Hukum dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Memuat Tulisan yang Menyangkut Pemikiran atau Gagasan Hasil Penelitian Hukum dan Pendidikan Pancasila dan ...