Pemenuhan permintaan kedelai adalah dengan cara meningkatkan produksi tanaman kedelai melalui pemberian pupuk dan hormon pertumbuhan. Limbah industri tahu dan cangkang telur berpotensi untuk dijadikan pupuk cair dan bahan pembenah tanah. Limbah ini jika dibuang akan menyebabkan pencemaran lingkungan. Percobaan ini untuk mengevaluasi pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai yang diberi pupuk organik cair limbah air tahu dan tepung kulit telur ayam. Rancangan Acak Kelompok 2 faktorial dengan faktor I variasi dosis pupuk organik cair limbah air tahu terdiri dari K0 (0 ml/l air/m2), K1 ( 300 ml/l air/m2), K2 ( 600 ml/l air/m2), K3 (900 ml/l air/m2). Faktor II, tepung kulit telur ayam T0 ( 0 g/m2), T1 (48 g/m2) T2 (72 g/m2), T3 (96 g/m2). Respon nyata diperlihatkan pada parameter tinggi tanaman, diameter batang, berat kering tajuk dan akar, jumlah cabang produktif, berat kering biji dan 100 biji akibat pemberian pupuk organik cair limbah air tahu. Pemberian tepung kulit telur ayam menunjukkan respos nyata pada diameter batang, jumlah cabang produktif dan jumlah polong kedelai. Interaksi pupuk organik cair limbah air tahu dan tepung kulit telur ayam tidak memperlihatkan respon nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai. Limbah air tahu dapat digunakan sebagai pupuk organik pada tanaman kedelai, sampai dengan dosis 900 ml/l air/m2 masih terjadi peningkatan pertumbuhan dan hasil biji secara linier. Kulit telur ayam tidak memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan, dapat meningkatkan jumalah cabang produktif dan jumlah polong, namun sampai dengan dosis 96 g/m2 tidak menyebabkan peningkatan hasil biji kedelai secara nyata.
Copyrights © 2023