Julien Andrew Parluhutan, Moch. Zairul Alam, Diah Pawesti Maharani Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Jl. MT. Haryono No. 169 Malang e-mail: julienandrew28@gmail.com Abstrak Dalam penelitian ini, penulis mengangkat permasalahan urgensi pengaturan adaptasi sebagai fasilitasi akses terhadap ciptaan bagi penyandang disabilitas tuna rungu. Berdasarkan hal tersebut, penulis mengangkat rumusan masalah: (1) Bagaimana pengaturan terhadap adaptasi karya cipta bagi penyandang disabilitas dalam hukum positif di Indonesia? (2) Bagaimana pengaturan yang tepat terkait dengan adaptasi karya cipta sebagai fasilitasi akses terhadap ciptaan bagi penyandang disabilitas tuna rungu?. Metode penulisan pada penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-perundangan (statue approach) dan pendekatan perbandingan (comparative approach) , bahan hukum yang digunakan adalah bahan hukum primer dan sekunder. Adaptasi terhadap ciptaan sebagai fasilitasi akses bagi penyandang disabilitas tuna rungu belum diatur dalam hukum positif di Indonesia. Perlu dibuatkan pengaturan yang khusus mengatur tentang adaptasi terhadap ciptaan sebagai fasilitasi akses bagi penyandang disabilitas tuna rungu dengan tujuan pemenuhan hak bagi penyandang disabilitas tuna rungu. Kata Kunci: adaptasi, ciptaan, penyandang disabilitas tuna rungu Abstract This research aims to investigate the urgency of regulating the adaptation to access to copyright works for people with hearing impairment. Departing from this urgency, this research is focused on the following problems: (1) how is the adaptation to copyright works for people with disabilities regulated based on the positive law in Indonesia and (2) what is the appropriate regulation regarding the adaptation to copyright work as access to creation for hearing-impaired people? This research employed normative-juridical methods, statutory, and comparative approaches. Legal materials consist of primary and secondary data. The research discovers that this matter is not governed in positive law in Indonesia. That is, it is necessary to make a regulation governing the adaptation to copyright works as the facility of access to creation for hearing-impaired people to ensure that their rights are met. Keywords: adaptation, creation, people with hearing impairment
Copyrights © 2022