Sungai Banjaran mendapat masukan limbah organik dari berbagai aktifitas penduduk di sekitarnya yang akan mengakibatkan terjadinya perubahan populasi ikan, khususnya ikan Osteochilus vittatus (Valenciennes, 1842) dan Rasbora spp. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan panjang dan bobot, struktur umur, serta mengevaluasi kualitas air yang mempengaruhi kemelimpahan ikan nilem dan lunjar hasil tangkapan pada tahun 2013 dan 2018 di Sungai Banjaran. Hasil penelitian menunjukan pada tahun 2013 diperoleh ikan Nilem sebanyak 81 individu dan ikan Lunjar sebanyak 79 individu, sedangkan pada tahun 2018 didapatkan Ikan Nilem sebanyak 55 individu dan Ikan Lunjar sebanyak 24 individu. Kemelimpahan Ikan paling banyak pada tahun 2013, Ikan Nilem ditemukan pada stasiun 3 (22 individu) dan 4 (35 individu) dan tahun 2018 pada stasiun 3 (21 individu), sedangkan Ikan Lunjar pada tahun 2013 stasiun 1 (32 individu), stasiun 2 (22 individu), dan stasiu 4 (22 individu) dan tahun 2018 kelimpahan paling banyak pada stasiun 2 (10 individu). Ikan Nilem pada kedua tahun tersebut memiliki pola pertumbuhan yang sama yaitu Allometrik negatif. Namun Ikan Lunjar tahun 2013 dengan pola pertumbuhan Allometrik negatif dan pada tahun 2018 dengan pola pertumbuhan Allometrik positif. Populasi Ikan Nilem dan Ikan Lunjar pada tahun 2013 dan 2018 di dominasi oleh ikan berumur remaja. Ikan Nilem sebanyak 21 dan 20 individu sementara Ikan Lunjar 46 dan 10 individu. Hasil analisis komponen PCA menunjukan bahwa DO, BOD, dan COD merupakan faktor penentu kemelimapahan Ikan Nilem dan Ikan.
Copyrights © 2021