Artikel ini meneliti kualitas dan pemaknaan dengan pendekatan sosiologis hadis yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad Saw. melarang sahabatnya berdiri ketika beliau masuk masjid menemui mereka. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu kepustakaan (library research) yaitu penelitian yang dilakukan dengan menelaah, dan memeriksa bahan pustaka sesuai dengan topik pembahasan. Hadis yang diteliti adalah jalur Abu Daud. Berdiri untuk menyambut kedatangan seseorang merupakan satu bentuk etika penghormatan. Hadis tersebut bertentangan dengan etika sehingga menimbulkan pertanyaan tentang kualitasnya dan bagaimana memahaminya. Penelitian ini menemukan bahwa hadis tersebut berkualitas dhaif baik dari segi sanad maupun matan. Dari segi sanad, terdapat indikasi terputusnya sanad, sedang dari segi matan hadis tersebut bertentangan dengan dalil lainnya. Dengan pendekatan sosiologi ditemukan bahwa menghormati seseorang merupakan etika sosial yang jamak dilakukan oleh umat manusia dari berbagai etnis dan budaya. Bentuk penghormatan pun beragam mulai dari berdiri menyambut kedatangan orang yang dimuliakan, menuntun dan mendudukkannya di tempat mulia hingga penghormatan dalam bentuk semacam sujud. Bentuk terakhir ini dinilai sebagai pengagungan yang dilarang.
Copyrights © 2023