Abstract: In studies on Islamization, the Minahasa region is often overlooked because it is considered one of the regions that successfully underwent Christianization. However, upon closer examination, Islam in the Minahasa region is believed to have had contact with carriers of Islamic teachings from various regions in the Nusantara archipelago. Traces of Islamization can be found through the ongoing relationships and interactions between the community. This article uses a historical method with a descriptive-analytical social science approach. Minahasa is one of the regions with a unique legacy of Islamic civilization compared to other regions in the Nusantara. The meeting of Islam and Christianity has become a separate forum for the Minahasa community in fostering a sense of tolerance, plurality, and multiethnicity to the present day.Abstrak: Kawasan Minahasa, dalam kajian Islamisasi, seringkali dilewatkan karena dianggap sebagai salah satu kawasan yang mengalami kesuksesan dalam kristenisasi. Padahal apabila kita melihat lebih jeli, justru Islam di kawasan Minahasa dianggap lebih dahulu mengalami kontak dengan para pembawa ajaran Islam dari berbagai daerah di Nusantara. Jejak Islamisasi dapat ditemukan melalui hubungan dan interaksi masyarakat yang terus berkembang. Artikel ini merupakan tulisan yang menggunakan metode sejarah dengan pendekatan ilmu sosial yang bersifat deskriptif-analisis. Minahasa menjadi salah satu kawasan dengan warisan peradaban Islam yang cukup unik dibandingkan dengan kawasan lainnya di Nusantara. Pertemuan Islam dan Kristen menjadi wadah tersendiri bagi masyarakat Minahasa dalam menumbuhkan rasa toleransi, pluralitas, dan multietnis hingga masa sekarang ini.
Copyrights © 2022