Emisi hasil pembakaran sepeda motor dapat berupa partikel PM2,5 dalam konsentrasi tertentu yang membahayakan kesehatan manusia. Untuk mereduksi konsentrasinya, maka dalam penelitian ini dikembangkan filter particulate yang terbuat dari campuran serbuk sabut kelapa dan lem kanji dengan perbandingan 50:50. Sabut kelapa diblender, disaring, dan hasilnya dicampur dengan lem kanji dan air pengencer, lalu adonan ini dipisahkan dalam lima volume berbeda. Tiap adonan dicetak pada screen dan dikeringkan, sehingga dihasilkan lima filter dengan ketebalan berbeda. Filter dipotong bulat (diameter 6cm), lalu diuji ketebalan, densitas, dan ketahanannya terhadap keluaran knalpot. Filter diuji efisiensinya menggunakan tiga motor dari merk yang berbeda (150cc produksi tahun 2013 standar pabrik). Konsentrasi particulate emisi hasil pembakaran motor uji yang diukur adalah PM2,5, menggunakan Dust Monitor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi penyerapan oleh filter berkisar antara 16-47% untuk PM2,5. Nilai ini menunjukkan bahwa campuran serbuk sabut kelapa dan lem kanji dengan perbandingan 50:50 terbukti dapat digunakan sebagai filter particulate (PM2,5). Karakteristik fisiknya ditentukan oleh ketebalan filter, densitas filter, dan ketahanan filter (ditinjau dari kemampuan menahan flowrate knalpot motor uji). Terdapat hubungan yang sangat kuat antara ketebalan filter dengan efisiensi yang dihasilkan, di mana semakin tebal filter, efisiensinya semakin tinggi.  Kata kunci:  Filter particulate, serbuk sabut kelapa, lem kanji, PM2,5, efisiensi filter, densitas, ketebalan, ketahanan
Copyrights © 2014