Mewujukan kesetaraan perempuan dan laki-laki merupakan hal yang tidak mudah ibarat membalikkan telapak tangan. Kaum perempuan masih dipandang sebagai kelompok minoritas karenanya perempuan masih mengalami Tindakan ketidakadilan dalam berbagai ranah (publik maupun domestik). Upaya membangun dan menumbuhkan pemahaman kesetaraan gender membutuhkan keseriusan dengan berdasar pada konteks keadilan sebagai nilai utama yang mengesampingkan segala bentuk kepentingan dan menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasi teologi diatas segalanya. Krisis relasi antara perempuan dan laki-laki yang berdampak pada perwujudan kesetaraan gender mesti disikapi dengan serius jika kestaraan gender itu dianggap sebagai suatu keharusan.
Copyrights © 2023