Tomas adalah pribadi yang rasional dan realistis dan juga konteks pada saat peristiwa kematian Yesus turut mempengaruhi cara pandang dan sikap Tomas. Oleh karena Keragu-raguan Tomas, Yesus menampakan diri secara khusus kepada dia untuk memberikan penguatan iman kepadanya yang pada saat itu sedang mengalami kebimbangan iman atau keraguan terhadap kebangkitan Yesus. Oleh sebab itu peneliti hendak meneliti mengenai beberapa hal penting, yakni Apa Penyebab keragu-raguan Tomas dalam Injil Yohanes 20:24-29? Bagaimana sikap Tomas dalam menanggapi pemberitaan kebangkitan Yesusdalam Injil Yohanes 20:25? Bagaimana tindakan Yesus Terhadap Keragu-Raguan Tomas dalam Injil Yohanes 20:27? Bagaimana Sikap Tomas Ketika Imannya Telah Dikuatkan Oleh Yesus dalam Injil Yohanes 20:28? Bagaimana relevansi keragu-raguan Tomas terhadap pemberitaan kebangkitan Yesus bagi orang Kristen masa kini? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian studi pustaka dengan menggunakan metode Tafsir Tujuh Langkah. Metode tujuh langkah yakni kegiatan Menafsir yang dilakukan dalam tujuh tahapan. Berdasarkan eksegese terhadap Injil Yohanes 20:24-29, yang menjadi penyebab keragu-raguan ialah ketidakhadiran Tomas pada pertemuan pertama para murid, yang membuat ia tidak dapat menyaksikan perjumpaan Yesus dengan para murid pada pertemuan itu, sehingga membuat Tomas Ragu. Tetapi juga didukung oleh konsep berpikir Tomas yang dipengaruhi oleh budaya helenisme yang membuat Tomas menjadi seorang yang Realistis dan materialistis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tomas dengan rasional menolak untuk percaya dengan apa yang dikatakan oleh murid-murid lain namun dalam keraguan Tomas pulalah yang membuat Yesus memperingatkannya dan sekaligus perkataan Tuhan Yesus menguatkan kapasitas iman Tomas. Tidak hanya Tomas saja namun juga menguatkan iman orang Kristen di segala zaman.
Copyrights © 2023