Kajian ini bertujuan untuk menganalisis aktor-aktor yang memiliki kepentingan dan pola keterhubungan antar pemangku kepentingan terhadap percepatan regenerasi pertanian. Metode yang digunakan adalah Matrix of Alliances, Conflicts, Tactics, Objectives, and Recommendations (MACTOR) dengan penggalian informasi menggunakan focus group discussion. Ada sepuluh lembaga ahli dalam penelitian ini yang berasal dari Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian; Bappeda Provinsi Jawa Tengah; BPTP Provinsi Jawa Tengah; Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara; Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Wonosobo; penyuluh pertanian, kelompok tani-pelaku usaha; duta petani milenial; pemimpin komunitas; dan akademisi. Hasil penelitian menunjukkan gambaran aktor yang paling aktif sebagai bentuk penguatan yaitu Dinas Pertanian, Kementerian Pertanian, dan lembaga pelatihan, dengan skor mobilisasi masing-masing sebesar 36,3, 33,7, dan 33,0. Institusi pendidikan, petani lokal, dan tokoh masyarakat merupakan aktor selanjutnya yang berperan penting dalam regenerasi. Sebagian besar pelaku setuju dengan tujuan meregenerasi petani, meningkatkan pendapatan, dan meningkatkan penggunaan teknologi
Copyrights © 2023