Diare merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak dan balita. Diare menjadi penyebab kematian keildua pada balita. Diare balita tidak lepas dari pola asuh orang tua. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang kurang pada orang tua dapat menjadi perantara penularan diare pada balita. Salah satu perilaku ibu balita yang diduga berkaitan dengan kejadian diare adalah mencuci tangan yang kurang. Mencuci tangan menggunakan sabun dapat menurunkan angka kejadian diare hingga 47%. Hal ini penting diketahui oleh masayarakat agar dapat meningkatkan kesadaran untuk cuci tangan. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap dan perilaku mencuci tangan ibu teilrhadap kejadian diare pada balita. Penelitian analitik dengan desain cross sectional. Variabel bebas adalah pengetahuan, sikap dan perilaku ibu mencuci tangan. Variabelterikat adalah kejadian diare pada balita. Penelitian dilakukan di Desa Tinting Seligi kabupaten Kapulas Hulu. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Jumlah sampel 81 orang. Hasil penelitian adalah Ibu balita yang mempunyai pengetahuan baik terhadap mencuci tangan sebanyak 46 orang (56,8%) dan pengetahuan kurang sebanyak 35 orang (43,2%) (PR=4,222, 95%CI=1,386 – 12,862).Ibu balita yang mempunyai sikap positif terhadap mencuci tangan sebanyak 38 orang (46,95) dan yang mempunyai sikap negatif sebanyak 43 orang (53,1%) (PR=4,163, 95%CI = 1,484 – 11,681). Ibu balita yang mempunyai perilaku baik terhadap mencuci tangan sebanyak 20 orang (24,7%) dan yang mempunyai perilaku kurang sebanyak 61 orang (75,3%) (PR=3,357, 95%CI=1,163 – 9,694). Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan, sikap dan perilaku mencuci tangan Ibu terhadap kejadian diare pada balita di Deisa Tinting Seligi Kabupaten kapuas Hulu dengan p-value < 0,05.
Copyrights © 2023