Anemia defisiensi besi merupakan anemia yang paling sering dialami orang, khususnya pada perempuan. Prevalensi anemia pada umur 13-18 tahun mencapai 22,7% (Riskesdas, 2013). Salah satu cara mengatasi anemia adalah dengan konsumsi tablet tambah darah, yang sesuai dengan surat edaran nomor HK.03.03/V/0595/2016 sehingga remaja putri mendapatkan tablet tambah darah dari Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Sikap remaja putri menjadi penyebab tidak mengonsumsi tablet tambah darah. HBM merupakan teori yang memprediksi orang akan mengambil tindakan untuk mencegah, mendeteksi atau mengendalikan kondisi penyakit. Tujuannya untuk mencari tahu, menganalisis pengaruh dalam kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) dalam pencegahan anemia remaja berdasarkan teori HBM. Penyusunan jurnal menggunakan metode literature review dari beberapa referensi artikel dengan jurnal yang dipilih menetapkan yaitu antara tahun 2017-2022 (lima tahun terakhir) dengan kata kunci konsumsi tablet tambah darah, remaja putri, HBM. Variabel HBM yaitu perceived benefits dan perceived self efficacy memiliki hubungan atau berpengaruh terhadap kepatuhan remaja putri dalam konsumsi tablet tambah darah. Perceived barriers memiliki hubungan yang lemah, sedangkan perceived susceptibility dan perceived severity tidak berhubungan atau tidak berpengaruh. Faktor pendukung dari kepatuhan remaja adalah dar guru dan media berupa video. Dapat disimpulkan bahwa tidak semua variabel dari variabel HBM berpengaruh terhadap kepatuhan remaja putri dalam konsumsi tablet tambah darah.
Copyrights © 2023