Abad ke-18 M memiliki arti penting dalam sejarah perkembangan Ilmu Kalam, dengan munculnya aliran wahhabi sebagai salah satu gerakan pembaharuan dan pemurnian Islam. Asumsi dasar dari gerakan ini adalah bahwa umat Islam pada waktu itu telah melakukan perbuatan-perbuatan yang dianggap tidak sesuai dengan ajaran Al-Qur'an dan Sunnah, seperti meminta tolong kepada para nabi dan wali setelah meninggal, bernazar, bersumpah, dan berdoa kepada selain Allah SWT, serta mengambil barokah dari kuburan para nabi dan wali dengan cara menyentuh atau mengusapnya. Perbuatan-perbuatan tersebut dianggap sebagai bentuk kemusyrikan oleh aliran wahhabi, yang menyebabkan pelakunya dianggap keluar dari Islam. Aliran wahhabi menyatakan kafir terhadap orang-orang yang melakukan perbuatan tersebut dan mengobarkan semangat jihad agar umat Islam kembali kepada Tauhid yang benar. Namun, paham takfiri dan jihad yang dianut oleh aliran wahhabi ini mendapatkan kritik yang keras dari Syekh Sulaiman bin 'Abd al-Wahhab, salah satu pendiri aliran wahhabi. Tulisan ini akan membahas pemikiran kalam Syekh Sulaiman bin 'Abd al-Wahhab sebagai kritik terhadap aliran wahhabi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Syekh Sulaiman bin 'Abd al-Wahhab merupakan orang pertama yang secara tertulis dan sistematis melakukan kritik terhadap pemikiran kalam aliran wahhabi. Selain itu, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa menurut Syekh Sulaiman bin 'Abd al-Wahhab, paham takfiri yang dianut oleh aliran wahhabi merupakan paham baru (bid'ah) dalam tradisi mazhab Hambali pada masa itu. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Syekh Sulaiman bin 'Abd al-Wahhab berperan sebagai tokoh yang pertama kali mengkritik pemikiran kalam aliran wahhabi secara tertulis dan sistematis. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa paham takfiri yang diadopsi oleh aliran wahhabi adalah paham baru dalam konteks umat Islam pada masa itu, terutama dalam tradisi mazhab Hambali. Kata Kunci: Pemikiran Kalam, Syekh Sulaiman bin 'Abd al-Wahhab, Aliran Wahhabi, Kritik.
Copyrights © 2015