Di dalam persaingan penjualan semen di pangsa pasar Indonesia yang semakin ketat dan kelebihan pasokan semen dibandingkan permintaan, manajemen PT Holcim Indonesia melakukan perubahan organisasi untuk meningkatkan tingkat kompetensi terhadap para competitor yang semakin banyak baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Perubahan yang dilakukan diantaranya penggantian manajemen puncak (CEO dan BOD), perubahan visi dan misi perusahaan serta pengurangan karyawan pada tahun 2014 – 2016. Hal ini berdampak pada kinerja perusahaan khususnya operasional pabrik Cilacap yang mengalami penurunan kinerja selama proses perubahan organisasi tersebut. Berbagai kebijakan pengembangan organisasi telah dilakukan oleh manajemen untuk meningkatkan kesiapan karyawan untuk berubah dan jika mengacu pada parameter operasi pabrik, terjadi peningkatan kinerja setelah tahun ke empat (2017). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesiapan karyawan untuk berubah yang dipengaruhi oleh faktor kepemimpinan (transformasional dan transaksional), keterlibatan karyawan, tingkat kepuasan kerja di lingkungan PT Holcim Tbk pabrik cilacap. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karyawan PT Holcim Indonesia pabrik Cilacap memiliki kesiapan untuk berubah yang tinggi dan hal tersebut dipengaruhi secar positif oleh keterlibatan karyawan dan kepuasan kerja, sedangkan faktor kepemimpinan tidak berpengaruh langsung terhadap kesiapan untuk berubah tetapi melalui variable intervening yaitu kepuasan kerja dan keterlibatan karyawan.
Copyrights © 2019