Latar Belakang Gangguan muskuloskeletal dapat terjadi pada guru karena posisi bekerja yang tidak menentu. Kondisi kerja setiap guru akan berbeda berdasarkan sarana prasarana, usia, dan pengalaman mengajar. Hal tersebut dapat menjadi penyebab utama gangguan muskulosketal terjadi. Faktor-faktor yang mempengaruhi keluhan pada area bahu sangat banyak, baik secara internal maupun eksternal. Setelah Covid-19 masuk ke Indonesia pemerintah memberlakukan pembelajaran dari rumah untuk bidang pendidikan, dimana guru dan murid berinteraksi secara daring dalam waktu yang lama. Sehingga dapat meningkatkan gangguan muskuloskeletal pada guru khususnya area bahu. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan mengkaji data yang diperoleh terkait gangguan muskuloskeletal pada area bahu pada guru di daerah Jabodetabek. Metode yang digunakan dalam penelitian ialah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sesuai dengan kriteria inklusi eksklusi didapatkan sampel sebanyak 325 orang. NMQ (Nordic Musculoskeletal Questionnaire) dan NRS (Numeric rating Scale) sebagai parameter yang digunakan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 150 orang mengalami keluhan nyeri bahu dengan mayoritas berusia 36-50 tahun (39.1%), berjenis kelamin perempuan (77%), proporsi tubuh normal (29%), dengan tingkat nyeri ringan ketika diam (62%), saat bergerak (59.3%), dan ketika ditekan (54.6%). Kesimpulan penelitian ini adalah gangguan muskuloskeletal yang dialami oleh guru pada area bahu memiliki kategori nyeri ringan.
Copyrights © 2022