Abstrak Latar Belakang : Stunting adalah salah satu malnutrisi kronik yang dapat terjadi pada semua balita khususnya usia 6-23 bulan yang akan berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan. Metode: Indikator yang digunakan untuk menilai stunting yang di keluarkan World Health Organization (WHO) berdasarkan tinggi badan menurut umur (TB/U) dengan ambang batas z-score kurang dari –2 standar deviasi (SD) dinyatakan stunting (WHO, 2021). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif observasional dengan metode cross sectional yang dilakukan untuk mengetahui hubungan antara paparan dan penyakit dengan cara membandingkan kelompok stunting dengan kelompok tidak stunting. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara asupan protein dan asupan kalsium dengan kejadian stunting dengan nilai hubungan yaitu nilai a=0.034 (a=<0.05) dan a= 0.046 (a=<0.05) artinya terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dan asupan kalsium dengan kejadian stunting di Puskesmas Ustutun Kec. Wetar Barat Kab. Maluku Barat Daya Prov. Maluku, namun tidak ditemukan adanya hubungan antara asupan zink dan vit. D terhadap kejadian stunting. Kata Kunci : Stunting, Protein, Kalsium, Zink dan Vit. D
Copyrights © 2022