Budidaya benih ikan nila umumnya menggunakan kolam tanah maupun terpal. Kualitas air kolam pembenihan sangat perlu diperhatikan untuk mencapai keberhasilan budidaya ikan tersebut. Kualitas air dapat dilihat dari nilai pH, salinitas, kesadahan, serta kandungan senyawa kimia. Selain itu, hal lainnya adalah kekeruhan, warna, bau, rasa, dan temperatur air. Untuk menjaga kualitas air kolam tetap baik, maka perlu dilakukan pengantian air secara berkala dan teratur. Penggantian air secara manual oleh pemilik benih ikan rasanya kurang efektif. Pemilik bisa saja lupa mengganti air, selain itu penggantian air secara manual juga memakan waktu yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang lain. Sistem otomatisasi merupakan sebuah inovasi yang bisa dikembangkan. Sistem akan melakukan penggantian air kolam sesuai jadwal yang telah ditentukan ataupun setelah mencapai batas kekeruhan air yang ditoleransi. Sistem ini dikendalikan oleh sebuah mikrokontroler Atmega16. Perangkat lain yang dibutuhkan adalah water pump, water level sensor, photodioda, dan RTC. Dari hasil perancangan sistem ini akan membantu para pembudidaya benih ikan khususnya ikan nila. Perawatan kolam akan menjadi lebih efektif dan peluang keberhasilan usaha benih ikan akan meningkat. Kata Kunci: Atmega 16, Benih Ikan Nila, Kolam Ikan, Mikrokontroler, RTC
Copyrights © 2023