Penggunaan narasi populisme dalam upaya pencitraan adalah hal yang mainstream dan sering digunakan dalam komunikasi politik. Populisme dinilai sebagai strategi yang mudah bagi para aktor politik untuk dapat mempengaruhi pemikiran dan persepsi pemilih. Penelitian ini merupakan kajian mengenai bagaimana ide dan strategi ini berkembang dan digunakan sebagai salah satu strategi membangun citra diri oleh politisi di Indonesia. Dengan menerapkan pendekatan kualitatif dan metode observasi digital, peneliti memberikan gambaran bagaimana ide populisme dilekatkan sebagai citra atau identitas diri dan digunakan dalam kontestasi politik di Indonesia. Hasil penelitian menunjukan bahwa politisi Ganjar Pranowo secara konsisten menggunakan narasi populisme “wong cilik” untuk membangun citra pemimpin “wong cilik”. Hal ini memberi gambaran bahwasanya strategi populisme masih relevan dan banyak digunakan oleh aktor politik di Indonesia termasuk Ganjar Pranowo.
Copyrights © 2023