Menurut World Health Organization (WHO, 2018) menunjukkan bahwa angka kejadian penyakit tidak menular pada tahun 2018 yang mencapai 48,30% sedikit lebih besar dari angka kejadian penyakit menular, yaitu sebesar 47,50%. Bahkan penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia (63,50%). Negara anggota telah menetapkan target untuk mengurangi angka kematian akibat penyakit tidak menular (termasuk diabetes), menjadi sepertiganya, agar dapat mencapai Universal Health Coverage (UHC) dan menyediakan akses terhadap obat-obatan esensial yang terjangkau pada tahun 2030.DM di Indonesia menempati urutan keempat tertinggi di dunia setelah Cina dan Amerika Serikat.Tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisispengaruh pemberian kopirobusta (coffea canephora pierre) terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus di desa Sungai Pinang wilayah kerja puskesmas Tambang tahun 2021. Desain penelitian ini menggunakan quasi-eksperimental dengan rancangan penelitian pra-pascates dalam satu kelompok (one group pretest-posttest design).Dimana sampel dalam penelitian ini harus diobservasi terlebih dahulu sebanyak dua kali yaitu sebelum dan setelah diberikan perlakuan.Adapun populasi pada penelitian ini adalah 94 orang.Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisa univariat dan analisa bivariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 48 responden, diperolehbahwa rata-rata kadar gula darah sebelum diberikan pemberian kopi sebesar 254.88 mg/dl. Rata-rata kadar gula darah setelah diberikan pemberian kopi234.58 mg/dl.Hasil uji statistik didapat Untuk nilai p=0,000 (< 0,005) artinya ada perbedaan yang signifikan rata-rata Kadar Gula Darah pada penderita DM sebelum dan sesudah diberikan pemberian kopi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat informasi terutama pada masyarakat Sungai Pinang tentang manfaat kopi sebagai alternatif penurunan kadar gula darah.
Copyrights © 2022