Latar Belakang :Tubercolosis Paru merupakan penyakit infeksi disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis yang dapat mengenai paru. Program TB parudi Indonesia dilakukan dengan Strategi Directly Observed Treatment Shortcourse(DOTS)selama 6-8 bulan dan penderita dinyatakan sembuh bila hasil pemeriksaan dahak Akhir Pengobatan (AP) dinyatakan negatif. Kegiatan yang menunjang kesembuhan penderita TB Paru diantaranya adalah penyuluhan, kunjungan rumah dan Pengawas Menelan Obat (PMO). Tujuan :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang paling mempengaruhi kesembuhan penderita TB Parudi Kota Mataram. Desain Penelitian :Desain penelitian adalah Analitik Observasional dengan pendekatan case control. Populasi penelitian ini adalah penderita TB yang diobati dengan Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) mulai diberikan minum Obat Anti TB pertama bulan Juli-Desember. Jumlah responden kelompok kasus 42 penderita TB Paru yang telat sembuh 3-4 minggu dan kelompok kontrol 42 yang merupakan penderita TB Paru sembuh tepat waktu. Lokasi penelitian dilakukan di seluruh Puskesmas di Kota Mataram Cara pengumpulan data dengan kunjungan rumah dan wawancara dengan kuesioner. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan bermakna antara factor penyuluhan, kunjungan rumah dan Pengawas Minum Obat. Dengan kesembuhan penderita TB Paru di Kota Mataram dengan nilai signifikansi (P<0,05). Dimana Odd Ratio untuk factor penyuluhans ebesar 13,14 (CI95% = 2,56-67,35), factor kunjungan rumah sebesar 11,14 ( CI 95%=2,28-54,53) danfaktor PMO sebesar 18,53 (CI 95%= 3,88-88,42). Dari hasil tersebut didapatkan bahwa faktor pengawas Menelan Obat merupakan faktor yang paling dominan yang berpengaruh terhadap kesembuhan pasien TB tersebut. Rekomendasi : Diharapkan petugas kesehatan lebih meningkatkan keaktifan Pengawas Minum Obat melalui pemilihan, pelatihan dan pembinaan yang baik sehingga Pengawas Minum Obat dapat berperan dalam meningkatkan kesembuhan penderita TB Paru tepat waktu
Copyrights © 2019