Kebutuhan terhadap tenaga Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan (RMIK) masih sangat tinggi, data Kementrian Kesehatan tahun 2012 menjelaskan kebutuhan minimal tenaga RMIK pada tahun 2015 sebesar 18.000, sedangkan yang tersedia sampai saat ini sekitar 5.764 orang, sehingga masih dibutuhkan kurang lebih 12.236 orang. Untuk mengetahui gambaran distribusi petugas rekam medis pada puskesmas di Kota Bima, Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu Provinsi NTB. Penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif yang dilaksanakan pada 36 pusksemas. Sampel penelitian adalah seluruh tenaga rekam medis yang bekerja di puskesmas pada tiga wilayah kabupaten dan kota tersebut. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 12 Januari-12 Februari 2017 dengan teknik wawancara dan observasi. Menunjukkan bahwa untuk Kota Bima adalah; jumlah petugas rekam medik rata-rata 3 orang setiap puskesmas. Kabupaten Dompu ditemukan bahwa jumlah petugas rekam medik dan informasi kesehatan di pusksesmas berjumlah 42 orang, terdapat 2 orang atau 4,8% yang berlatar belakang pendidikan D-III rekam medik dan informasi kesehatan, dan 40 orang atau 95,2% dikerjakan oleh petugas SMA dan umum. Dengan demikian, sangat dibutuhkan tenaga rekam medik dengan latar belakang pendidikan D-III rekam medik dan informasi kesehatan guna memberikan pelayanan kesehatan yang baik.
Copyrights © 2018