Prevalensi anemia pada remaja putri di Pondok Pesantren cukup tinggi. Hal tersebut terjadi karena tingkat konsumsi dan penerimaan remaja putri terhadap makanan yang masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih mendalam penerimaan remaja putri terhadap makanan pada Pondok Pesantren DB dan BM di Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Data diperoleh melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan 10 remaja putri di Pondok Pesantren BM dan 9 remaja putri di Pondok Pesantren DB. Data dikumpulkan pada bulan Agustus-September 2019. Data dianalisis secara tematik dan disajikan dengan menggunakan pendekatan naratif. Penelitian ini mengungkapkan bahwa sebagian besar remaja putri di Pondok Pesantren BM menerima makanan yang disajikan sedangkan sebagian besar remaja putri di Pondok Pesantren DB tidak menerima. Penerimaan remaja putri terhadap makanan dipengaruhi adanya perbedaan penyelenggaraan makanan di Pondok Pesantren DB yang dikelola oleh pihak kedua dan di Pondok Pesantren BM yang dikelola mandiri. Penerimaan remaja putri terhadap makanan juga dipengaruhi oleh persepsi makanan yang sehat sehingga meningkatkan selera makan, teman sebaya, keterpaksaan karena tidak ada pilihan makanan lain, menu kesukaan, variasi, dan rasa makanan yang enak. Gambaran remaja putri tidak menerima makanan adalah kurangnya kebersihan makanan, tekstur makanan tidak sesuai selera, rasa bosan karena menu yang sama setiap hari, kebiasaan snacking, kebebasan membeli makanan diluar karena tidak ada peraturan yang melarang remaja putri untuk membeli makan diluar Pondok Pesantren dan pengaruh trend makanan kekinian di media sosial. Terdapat perbedaan penerimaan remaja putri terhadap makanan yang disajikan pada kedua pondok pesantren. Penerimaan makanan yang kurang baik mendorong kebiasaan membeli makanan diluar Pondok Pesantren. Hal ini memberikan dampak negatif karena remaja putri tidak memperhatikan kandungan gizi pada makanan tersebut. Disarankan kepada pengelola pondok untuk menyajikan makanan yang sehat, rasa, variasi menu dan tekstur makanan disesuaikan dengan selera remaja serta membuat peraturan yang melarang pembelian makanan diluar Pondok Pesantren.
Copyrights © 2020