Pneumonia adalah salah satu penyakit infeksi yang menjadi penyebab utama kematian pada balita. Proposi pneumonia di Bali meningkat pada tahun 2013-2018. Peningkatan proporsi pneumonia pada balita seiring dengan peningkatan proporsi penduduk yang melakukan kebiasaan merokok di Provinsi Bali pada tahun 2013-2018. Hubungan karakteristik paparan asap rokok dengan pneumonia balita pada penelitian-penelitian sebelumnya tidak konsisten dan masih bersifat umum. Sehingga penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan paparan asap rokok dengan pneumonia pada balita lebih spesifik. Penelitian ini menggunakan rancangan case-control dengan rekam medis balita balita pneumonia (6-59 bulan) pada periode 1 Mei 2016- 1 Mei 2019 dari RSUD Sanjiwani Gianyar serta wawancara menggunakan kuisioner ke rumah masing-masing responden. Jumlah sampel sebanyak 120 balita (40 kasus-80 kontrol) yang dilakukan matching berdasarkan jenis kelamin dan domisili satu dusun/banjar. Variabel inti yang diteliti adalah jumlah perokok, waktu paparan asap rokok, lokasi merokok, jumlah rokok yang dihisap, serta variabel kendali berupa karakteristik balita, karakteristik responden dan karakteristik lingkungan. Kemudian dilakukan analisis bivariat dengan chi-square dan analisis multivariat bersama variabel kendali lainnya menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi merokok di dalam rumah, di sebelah balita atau disebelah pintu/jendela kamar balita meningkatkan risiko pneumonia 9,327 kali lebih besar dengan 95%CI= 2,808-30,985. Frekuensi paparan asap rokok ditempat umum ? 4 kali dalam sebulan atau lebih meningkatkan risiko pneumonia 9,291 lebih besar dengan 95%CI= 2,530-34,113, begitu pula dengan kebiasaan ibu jarang mencuci tangan meningkatkan risiko pneumonia 8,856 lebih besar dengan 95%CI= 2,638-29,736.
Copyrights © 2020