Stres kerja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dialami oleh karyawan. Stres kerja dihubungkan dengan beban kerja dan produktivitas individu. Karyawan garmen merupakan salah satu pekerja dengan beban kerja tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan stres kerja pada karyawan garmen. Studi cross sectional dilakukan pada 143 karyawan garmen di Kota Denpasar. Sampel dipilih dengan menggunakan metode cluster sampling. Sebanyak 4 Garmen dipilih dari 48 garmen yang terdaftar di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar. Seluruh karyawan yang bekerja di 4 garmen terpilih dilibatkan dalam penelitian ini. Besar sampling dihitung dengan nilai P1= 51%, P2= 27%, derajat kemaknaan 5% dan power 90%. Data yang dikumpulkan pada bulan Desember 2018 - Januari 2019. Semua data dikumpulkan dengan metode wawancara. Variabel beban kerja yang diukur adalah beban kerja mental dan fisik. Variabel stres dan beban kerja dikategorikan berdasarkan nilai scoring. Analisis data dilakukan dengan regresi logistik untuk mengetahui Adjusted Odd Ratio masing-masing variabel. Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 56,6% karyawan mengalami stres kerja berat dan yang mengalami stres kerja ringan sebanyak 43,4%. Variabel yang dilaporkan berhubungan dengan stres kerja adalah beban kerja fisik (AOR= 2,064; 95%CI = 1,026 - 4,152 ; p = 0,042). Beban kerja fisik berhubungan secara signifikan dengan stres kerja. Maka perlu dilakukan penempatan karyawan yang sesuai dengan beban kerja yang ditanggungnya, pengalaman yang dimiliki, keterampilan dan motivasi guna untuk mengurangi terjadinya stres kerja.
Copyrights © 2020