Ketersediaan tenaga Rekam Medis saat ini sangat berpengaruh dalam pengembangan dan peningkatan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, sedangkan untuk tenaga Rekam Medis pada Rumah Sakit Umum Provinsi NTB masih dibawah standar yang ditentukan Permenpan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebutuhan tenaga Rekam Medis berdasarkan WISN di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB. Perhitungan kebutuhan tenaga kerja dapat dihitung dalam beberapa bagian di Rekam Medis yaitu : TPPRJ, TPPRI, Retrival, Distribusi, Assembling, Coding, Indeksing, Filling, dan Korespondensi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Populasi yang digunakan adalah seluruh Sumber Daya Manusia Rekam Medis yang berjumlah 33 tenaga dan 1 kepala Instalasi dengan sampel menggunakan metode non probability sampling dengan tehnik Purposive sampling atau judgmental sampling sehingga sampel yang digunakan adalah satu dari masing-masing bagian yang berkategori senior dalam suatu bagian tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa tugas pokok dari bagian-bagian tidak tercantum dalam SOP namun ada pada Surat tugas Kepala Instalasi Rekam Medis. Perhitungan kebutuhan tenaga Rekam Medis didapat kebutuhan tenaga sejumlah 26 tenaga dari 9 bagian yang dapat dihitung dengan rumus WISN. Dari ketersediaan tersebut dapat dinilai dari segi kuantitas yang mengalami kelebihan tenaga sebanyak 7 orang, sedangkan dari segi kualitas untuk kebutuhan tenaga lulusan terampil Rekam Medis mengalami kekurangan tenaga sebanyak 10 orang. Dalam hal ini sebaiknya adanya penambahan yang disesuaikan dengan segi kualitas tenaga lulusan terampil Rekam Medis dengan kebutuhan yang telah dihitung, karena untuk menjalankan sistem manajemen Rekam Medis harus dijalankan oleh tenaga asli dari lulusan terampil Rekam Medis itu sendiri.
Copyrights © 2015