Dari berbagai studi dan penelitian pada remaja putri, usia menarche baik di negara maju maupun berkembang mengalami percepatan. Diketahui bahwa semakin dini usia menarche akan meningkatkan risiko terkena kanker payudara dan gangguan kesehatan lainnya saat dewasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara status gizi tinggi badan dan tingkat sosial ekonomi dengan status menarche remaja putri di Jempong Baru. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan uji analitik dari SPSS 21. Sampel diambil secara acak dari accidental sampling remaja putri peserta “kegiatan remaja masjid” di lingkungannya yang berjumlah 61 responden. Responden adalah remaja putri berusia 9 sampai 16 tahun yang tinggal di Desa Jempong Baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berstatus menarche, tinggi badan normal, dan status keluarga pra sejahtera atau status sosial ekonomi rendah. Berdasarkan status tinggi badan, kelompok tinggi badan normal mengalami lebih banyak menarche pada usia lebih dini. Berdasarkan tingkat sosial ekonomi, responden memiliki usia menarche yang lebih muda pada kelompok keluarga sejahtera dibandingkan pada kelompok pra sejahtera. Kesimpulan yang dapat diambil adalah ada hubungan tinggi badan (p = 0,008) dan sosial ekonomi (p = 0,003) dengan status menarche di Jempong Baru. Mengingat bahaya status menarche pada usia yang lebih muda, pendidikan kesehatan reproduksi perlu ditingkatkan. Kata kunci: remaja putri, menarche, tinggi badan, sosial ekonomi
Copyrights © 2021