Resiko gangguan bisnis pada kinerja operasional dapat sewaktu-waktu terjadi, terutama pada bisnis yang berbasiskan Teknologi Informasi. Gangguan tersebut bisa berupa banjir, teror bom, kebakaran dan sebagainya yang dapat menyebabkan kegiatan operasional bisnis tidak berfungsi atau mendapat gangguan. Karenanya diperlukan suatu rencana untuk menyusun, mengembangkan dan mengimplementasikan kesinambungan operasional bisnis dari kegagalan sistem, yang biasa disebut dengan Business Continuity Plan (BCP) dalam rangka menjaga profitabilitas dan image perusahaan. Untuk mengembangkan perencanaan BCP yang baik, perlu dilakukan penelitian dan analisa terhadap bisnis inti dan infrastruktur perusahaan. Pengamatan dan analisa akan dilakukan secara sistematis dengan merujuk pada Price Waterhouse System Management Methodology (PW-SMM). Metodologi PW-SMM ini dipilih karena sifatnya yang standar (general purpose) dan telah teruji (well proven) untuk industri besar, selain itu metodologi ini menjelaskan langkah-langkah tahap analisa yang harus dikerjakan untuk mendapatkan requirement secara sistematis, sehingga dapat mendefinisikan requirement yang lebih lengkap dan baik. Pada penulisan ini, diambil contoh penerapan BCP pada perusahaan sektor perminyakan yang melakukan mitigasi terhadap gangguan Teknologi Informasi dalam rangka untuk mendukung bisnis intinya
Copyrights © 2023