Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model evaluasi UEK-SP sebagai bahan keputusan pendeteksian kesehatan dan mengindikasikan terjadinya penyimpangan dan tunggakan di 58 kelurahan. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan pendekatan kesesuaian analisis kesehatan koperasi. Berdasarkan paparan tersebut peneliti membuat evaluasi manajemen keuangan UEK-SP di Kota Pekanbaru dengan mengadopsi Peraturan Deputi Bidang Pengawasan Kementerian Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Republik Indonesia Nomor: 06 /Per/Dep.6/IV/2016 tentang pedoman penilaian kesehatan koperasi simpan pinjam dan unit simpan pinjam koperasi. Menurut model evaluasi manajemen keuangan UEK-SP, hasil penghitungan analisis model evaluasi yaitu diketahui perbandingan antara modal sendiri terhadap total asset, perbandingan modal sendiri terhadap pinjaman yang diberikan, hasil analisis data dan penghitungan untuk cadangan modal terhadap pinjaman yang diberikan, cadangan modal terhadap pinjaman yang bermasalah, efisiensi yang terdiri dari yang terdiri dari beban usaha terhadap SHU, perbandingan biaya karyawan terhadap SHU, rasio likuiditas, rasio kemandirian dan pertumbuhan yang terdiri dari Perbandingan SHU terhadap Total Aset, perbandingan SHU terhadap modal sendiri. Secara umum, hasil model evaluasi manajemen keuangan UEK-SP diperoleh penghitungan dengan kondisi “Dalam Pengawasan”. Hal ini diperkuat dengan jumlah kas yang kecil bahkan ada yang minus serta tunggakan atau piutang usaha yang rata-rata mengalami kemacetan. Hasil analisis sementara piutang usaha macet diakibatkan adanya indikasi pengelola yang melakukan lapping atau penundaan pembayaran kas dan juga pemakaian tanpa prosedur dan persetujuan pihak otoritas yang ada, adanya Pemanfaat yang tidak membayar dan meninggal dunia serta kurang efektifnya pelaksanaan tugas oleh pendamping kelurahan terhadap UEK-SP yang ada selama ini.
Copyrights © 2023