Kandai
Vol 19, No 1 (2023): KANDAI

VITALITAS BAHASA MORONENE DI KABUPATEN BOMBANA (Vitality of Moronene Language in Kabupaten Bombana)

Firman, A.D. (Unknown)
Astar, Hidayatul (Unknown)
Nugroho, Mardi (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 May 2023

Abstract

This study aimed to know the vitality of Moronene language in various social domain. Descriptive-quantitative was used to describe ten indicators which become elements of evaluation. In calculating the level of vitality, the SPSS program was used and percentage system was used in describing every indicator. Those quantitative data were synergized with the qualitative data from in-depth interview and observation. The result showed that average index of all indicators was at vitality figures of 0.54 which means Moronene language had a regression. That condition was caused by the high mobility of the speakers. Accessibility and transportation facilities were very good. The speakers of Moronene language can utter two languages or more, so that they have choice of using other languages. The plurality of social situation due to interethnic marriage. The number of documentations about Moronene language are relatively very limited. Moronene language was less used in neighbors, traditional ceremonies, and new media. Besides, the availability of teaching materials was very restricted. There was no also regulation about local language.    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui vitalitas bahasa Moronene dalam berbagai ranah sosial. Ancangan penelitian ini bersifat kuantitatif-desktiptif dengan menggunakan sepuluh indikator penilaian. Untuk menghitung tingkat vitalitas digunakan program SPSS dan untuk mendeskripsikan tiap indikator digunakan sistem persentase. Hasil pengolahan data kuantitatif tersebut disinergikan dengan pengolahan data kualitatif yang diperoleh melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks secara rerata dari keseluruhan indikator berada pada angka vitalitas 0,54 dengan kategori mengalami kemunduran. Kondisi tersebut disebabkan oleh mobilitas penutur yang tinggi karena akses dan jalur transportasi yang sangat baik. Masyarakat penutur Moronene cenderung menguasai dua bahasa atau lebih sehingga masyarakat memiliki pilihan bahasa yang lain. Situasi sosial masyarakat yang majemuk menyebabkan terjadinya pernikahan antaretnis. Jumlah dokumentasi mengenai bahasa Moronene relatif sangat terbatas. Bahasa Moronene kurang digunakan dalam ranah tetangga, upacara adat, dan media baru. Selain itu, ketersediaan bahan ajar sangat kurang dan regulasi yang tidak ada. 

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

kandai

Publisher

Subject

Arts Humanities Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Kandai was first published in 2005. The name of Kandai had undergone the following changes: Kandai Majalah Illmiah Bahasa dan Sastra (2005) and Kandai Jurnal Bahasa dan Sastra (2010). Since the name of journal should refer to the name that was registered on official document SK ISSN, in 2016 Kandai ...