Penelitian ini menggunakan teori belajar sosial atau social learning theory oleh AlbertBandura. Penelitian ini menggunakan paradigma positivisme. Jenis penelitian iniadalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan teknik purpose sampling dan rumusyamane untuk penentuan sampel. Sedangkan populasi dalam penelitian ini adalahkomunitas NCTzen Semarang sebagi objek penelitian. Adapun teknik pengumpulandata pada penelitian ini dengan menyebar kuisoner mengunakan skala likert. Padapengujian pertama didapatkan nilai t hitung sebesar 3,455 dan t tabel sebesar 1,977.Jika intensitas tayangan semakin sering, maka perilaku meniru akan semakin kuat.Kemudian pengujian kedua didapatkan nilai t hitung sebesar 4.121 dan t tabel sebesar1,977. Sehingga jika intensitas tayangan sering, maka perilaku fanatisme akan semakinkuat. Sehingga kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan hipotesis dapat diterimaadanya pengaruh variabel intensitas tayangan terhadap perilaku imitasi dan fanatismepada komunitas NCTzen Semarang. Kemudian keterbatasan penelitian ini adalahsulitnya membedakan teori mana yang cocok untuk digunakan didalam penelitian danmencari referensi karena keterbatan pengetahuan penulis.
Copyrights © 2022