Ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) merupakan ikan air tawar yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Benih ikan lele sangkuriang telah menjadi komoditas utama masyarakat Indonesia karena mudah dikembangbiakkan dan dapat dipelihara pada lahan yang terbatas. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi benih ikan lele sangkuriang untuk memenuhi permintaan pasar adalah dengan budidaya intensif dan terkontrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan lele sangkuriang yang diperkaya dengan berbagai pakan. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan pengumpulan data menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan ini akan menggunakan campuran pakan yang berbeda pada setiap perlakuannya. Perlakuan A: Pakan Pf 1000 (control), Perlakuan B: Pakan Pf 1000 dengan probiotik sebanyak 15% dari pakan, Perlakuan C: Pakan Pf 1000 dengan Minyak ikan sebanyak 15% dari pakan, Perlakuan D: Pakan pf 1000 dengan Molase tetes tebu sebanyak 15%. Data yang di peroleh di analisis menggunakan analisis sidik ragam atau anova. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pemberian campuran yang berbeda pada pakan menghasilkan laju pertumbuhan yang tidak berbeda nyata. Pertumbuhan benih ikan lele sangkuriang yang terbaik di tunjukkan pada perlakuan C (minyak ikan) yaitu 49.74 ± 1.45644 dan terendah pada perlakuan D (molase) yaitu 45.08 ± 0,763763. Efisiensi pemberian pakan yang terbaik pada perlakuan C (minyak ikan) yaitu 2.1775 ± 0 dan terendah pada perlakuan D (molase) yaitu 1.945 ± 0
Copyrights © 2022