Penelitian ini mengkaji tentang benturan budaya dalam etika administrasi negara, studi kasus tentang gratifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap fenomena yang terjadi dalam ruang lingkup kegiatan pemerintahaan, dimana gratifikasi menjadi permasalahaan yang tidak kunjung henti dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahaan. Penelitian ini menggunakan metode analisa deskriptif dan menghasilkan kesimpulan bahwa budaya organisasasi akan mempengaruhi etika administrasi baik etika secara formal yang dituangkan dalam bentuk undang-undang dan peraturan pegawai dalam mem-berikan pelayanan pada masyarakat. Begitu juga etika non formal yaitu adat istiadat satu daerah akan mencerminkan budaya akan berpengaruh pada pelayanan publik. Hal lainnya menunjukan bahwa benturan budaya dengan etika administrasi disebabkan oleh budaya yang dibentuk adat timur yang menanamkan menghargai orang yang berjasa, toleransi, menghargai, budaya malu, sehingga balas budi menjadi tolak ukur untuk berbuat kebaikan. Hal ini disalhgunakan dengan kekuasaan atau jabatan dimilikinya sehuingga etika administrasi perlu mengatur dengan gratifikasi, walaupun terasanya berbenturan yang sangat dipaksakan, karena gratifikasi bukan budaya Indonesia.
Copyrights © 2018